A. Pengertian Keputusan Pembelian
Keputusan pembelian adalah suatu
alasan tentang bagaimana konsumen menentukan pilihan terhadap pembelian suatu
produk yang sesuai dengan kebutuhan, keinginan serta harapan, sehingga dapat
menimbulkan kepuasan atau ketidakpuasan terhadap produk tersebut. Ikhsan Faoz
mengartikan keputusan pembelian sebagai pemilihan suatu tindakan dari dua atau
lebih pilihan alternative. Dengan kata lain agar seseorang membuat keputusan
maka harus ada pilihan alternative yang tersedia
Keputusan membeli seseorang akan dilakukan dengan melibatkan
beberapa pertimbangan yakni evaluasi alternatif, pencarian informasi, serta
pengenalan kebutuhan. Tiga pertimbangan tersebut dipengaruhi oleh beberapa
faktor tertentu yakni seperti faktor internal konsumen yakni kondisi psikologi yang
ada dalam diri konsumen, selanjutnya adalah faktor eksternal yang meliputi
lingkungan sosial dan budaya dimana konsumen tersebut bermasyarakat dan atas
pengaruh stimuli pemasaran diri konsumen. Ramli menyatakan bahwa kepuasan
pembelian secara signifikan berpengaruh dan berhubungan dengan kinerja bisnis
suatu perusahaan. Oleh karena itu, hal tersebut membuktikan bahwa keputusan
pembelian pelanggan merupakan keunggulan yang dimiliki perusahaan dalam
meningkatkan kinerja bisnis dan memperoleh nilai yang kompetitif dalam
pasar.
Proses pengambilan keputusan konsumen
meliputi identifikasi kebutuhan, mengumpulkan informasi, mengevaluasi
alternatif dan akhirnya membuat keputusan pembelian. Perilaku konsumen tersebut
bisa ditentukan oleh faktor ekonomi, psikologis dan lingkungan sekitar.
Pengambilan keputusan konsumen merupakan prosedur yang kompleks dan melibatkan
beragam hal mulai dari pengenalan masalah hingga aktivitas setelah pembelian.
Setiap konsumen memiliki kebutuhan berbeda dalam kehidupan sehari-harinya dan
kebutuhan tersebut membuat keputusan berbeda.
Keputusan konsumen bisa rumit seperti
mengevaluasi, membandingkan, memilih dan membeli produk bergantung pada
pendapat konsumen lain terhadap produk tersebut. Hal ini memberikan pemahaman
dasar tentang masalah dasar dari proses pengambilan keputusan konsumen untuk
membuat produk pemasar berbeda dari yang lain.
Pentingnya Memahami Proses Pengambilan
Keputusan Konsumen Memahami proses pengambilan keputusan konsumen terbilang
penting untuk mengetahui kebutuhan konsumen dan merencanakan strategi penjualan
atau pemasaran. Berikut beberapa alasan pentingnya:
1. Memenangkan Persaingan Dengan memahami kebiasaan membeli yang dilakukan oleh konsumen maka pelaku bisnis memiliki kesempatan untuk mengembangkan inisiatif penjualan dan pemasaran unik. Melalui cara ini, konsumen yang tertarik membeli produk Anda akan lebih banyak daripada pesaing.
2. Memberikan Informasi Berbasis Kebutuhan Pelanggan Anda bisa menggunakan proses pengambilan keputusan konsumen sebagai panduan untuk melakukan kampanye pemasaran, peluncuran produk atau iklan. Proses ini akan mendorong pelaku usaha untuk mengetahui beberapa hal berikut:
a. Mengetahui kebutuhan konsumen
b. Mendorong Anda memilih channel penjualan yang bisa
digunakan untuk memasarkan produk
c. Mengetahui bahan pertimbangan konsumen sebelum
menentukan produk yang akan dibeli seperti desain, harga dan kualitas produk
3. Meningkatkan Basis Pelanggan dan Penjualan
Ketika meninjau
proses pengambilan keputusan konsumen dan menentukan metode paling efektif bagi
konsumen, secara tidak langsung bisa meningkatkan penjualan produk dan
memperluas basis pelanggan. Jika Anda memahami bagaimana pelanggan merasakan
kebutuhan, Anda bisa memberikan pemasaran dan metode distribusi yang lebih
relevan.
5 Proses Pengambilan Keputusan Konsumen
Melansir dari Ilmukomunikasi.uma.ac.id, perilaku pembelian adalah metode yang
digunakan oleh pemasar untuk melakukan identifikasi dan menelusuri proses
pengambilan keputusan pelanggan dari awal hingga akhir. Berikut 5 proses
pengambilan keputusan konsumen:
1. Membutuhkan Pengakuan
Mengenali kebutuhan
terjadi saat konsumen mendefinisikan kebutuhannya. Ketika suatu bisnis bisa
menentukan kapan target pasar, mereka bisa mulai mengembangkan kebutuhan atau
keinginan ini dengan memanfaatkan peluang ideal untuk mengiklankan produknya.
2. Pencarian Informasi Pencarian informasi dalam
proses keputusan pembeli cenderung berubah secara terus-menerus karena konsumen
semakin membutuhkan informasi tentang produk yang bisa memuaskan kebutuhannya.
Informasi ini bisa diperoleh dari rekomendasi orang yang memiliki pengalaman
dengan produk tersebut sebelumnya. Pada proses ini, konsumen cenderung mempertimbangkan
manajemen risiko dan menyiapkan daftar fitur merek tertentu. Hal ini dilakukan,
karena banyak orang tidak ingin menyesali keputusan pembeliannya. Informasi
produk dan layanan bisa diperoleh melalui beberapa sumber berikut:
a. Sumber komersial: Iklan, promosi, kampanye, tenaga
penjualan atau proses pengemasan produk.
b. Sumber pribadi: Kebutuhan didiskusikan bersama
keluarga atau teman yang memberikan rekomendasi produk.
c. Sumber publik: Majalah, surat kabar dan radio.
3. Evaluasi Alternatif Evaluasi alternatif melibatkan
evaluasi beragam alternatif yang tersedia di pasar. Pelanggan akan memilih
produk yang bisa memuaskan kebutuhan mereka dan mencari opsi terbaik dari
produk yang tersedia. Evaluasi alternatif bisa didasarkan pada beragam faktor
di antaranya harga, kualitas dan ulasan produk.
4. Keputusan Pembelian Ketika semua tahapan sebelumnya
sudah dilalui, kini pelanggan bisa memutuskan untuk melakukan keputusan
pembelian. Pada proses ini, konsumen sudah mengevaluasi semua fakta dan sampai
pada kesimpulan logis berdasarkan pengaruh kampanye pemasaran, pengalaman
pribadi dan hubungan emosional pelanggan.
5. Perilaku Pasca-Pembelian Pembelian produk dilanjutkan
dengan melakukan evaluasi pasca pembelian yang mengacu pada analisis apakah
produk tersebut bagi konsumen atau tidak. Jika produk yang ditawarkan bisa
memenuhi harapan pelanggan, mereka bisa mempengaruhi konsumen lainnya untuk
membeli produk tersebut. Hal yang sama terjadi jika pelanggan mengalami
pengalaman negatif.
B. Faktor Faktor Keputusan Pembelian
Shiffman dan Kanuk, mengemukakan
proses pengambilan keputusan dipengaruhi oleh faktor usaha pemasaran
perusahaan (produk, promosi, harga dan saluran distribusi) dan faktor sosial
budaya (keluarga, sumber informasi, sumber nonkomersial, kelas sosial, budaya
dan sub-budaya). Menurut Hawkins, et. al, konsumen dalam mengambil keputusan
pembelian dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal
terdiri dari budaya, subbudaya, demografis, status sosial, kelompok ruju[1]kan,
keluarga dan kegiatan pemasaran. Faktor internal terdiri dari : persepsi, pembelajaran,
memori, motiv, kepribadian, emosi dan sikap.
Menurut Loudon dan Bitta, terdapat 3
(tiga) variabel yang terlibat dalam mempelajari perilaku konsumen, yaitu
variabel stimulus, variabel respon dan variabel antara (intervening). Menurut
Smith proses pengambilan keputusan konsumen terjadi melalui interaksi
kompleks antara faktor lingkungan (budaya dan faktor sosial), faktor individu
(kepribadian dan psikologis) dan bauran pemasaran di mana konsumen
mengevaluasi stimuli. Walck dan Hensby, Kern, mengatakan bahwa keluarga
memberikan dukungan signifikan dalam pengambilan keputusan. Hasil penelitian
Brooks, mengatakan bahwa 90% dari responden menyatakan telah berkonsultasi
dengan orang tua tentang pilihan mereka dalam memilih perguruan tinggi.
Selanjutnya Stage & Hossler, Cabrera & La Nasa dan Payne, mengatakan
bahwa tingkat pendidikan orang tua secara khusus turut mempengaruhi pada tahap
pradis posisi, yang secara positif menjadi bergabung dengan rencana untuk
belajar di universitas
C. Indikator
Indikator Keputusan penelitian
menggunakan empat indikator untuk menentukan keputusan pembelian yang diambil
dari Kotler yaitu:
1. Kemantapan pada
sebuah produk Dalam melakukan pembelian, konsumen memilih salah satu dari
beberapa alternatif yang ada. Pilihan tersebut didasarkan pada kualitas, mutu,
harga yang terjangkau, dan faktor-faktor lain yang dapat memantapkan keinginan
konsumen untuk membeli produk apakah produk tersebut benar- benar ingin
digunakan atau dibutuhkan.
2. Kebiasaan dalam
membeli produk Kebiasaan konsumen dalam membeli produk juga berpengaruh
terhadap keputusan pembelian. Konsumen merasa produk tersebut sudah terlalu
melekat di benak mereka karena mereka sudah merasakan manfaat dari produk
tersebut. Oleh karena itu, konsumen merasa tidak nyaman jika mencoba produk
baru dan harus menyesuaikan diri lagi. Mereka cenderung memilih produk yang
sudah biasa digunakan.
3. Memberikan
rekomendasi kepada orang lain Dalam melakukan pembelian, jika konsumen
mendapatkan manfaat yang sesuai dengan sebuah produk, mereka pasti
merekomendasikan produk tersebut dengan orang lain. Mereka ingin orang lain
juga merasakan bahwa produk tersebut sangat bagus dan lebih baik dari produk
lain
Refrensi:
Ikhsan Faoz,2019, Analisa Keputusan Pembelian Yang
Dipengaruhi Harga Promosi Dan Kualitas Pelayanan Pada Pt Bina Pertiwi Semarang,
Jurnal Ekonomi Manajemen dan Akuntansi, No. 47 / Th. XXVI
Nanda Syahtidar,2022, Analisis Faktor-Faktor yang
Mempengaruhi Keputusan Pembelian pada Pengguna Aplikasi Marketplace di
Bekasi,Jurnal Bisnis, Manajemen, dan Keuangan, Volume 3 No. 1
Anggi Mardiana, Menilik 5 Proses
Pengambilan Keputusan Konsumen dalam Membeli Produk (Menilik 5
Proses Pengambilan Keputusan Konsumen dalam Membeli Produk - Istilah Ekonomi
Katadata.co.id) Terbit25 Juni
2024 diakses 25 Juni 2024
Anshar Daud, Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan
Pembelian Konsumen
Ahmad Sahri Romadon, 2023, Pengaruh Kualitas
Produk, Citra Merek, Dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Melalui Shopee, Solusi
: Jurnal Ilmiah Bidang Ilmu Ekonomi Vol. 21, No. 3
Komentar
Posting Komentar